Kabut Asap Selimuti Muratara, Pemerintah Panggil Seluruh Perusahaan  Perkebunan

MURATARA,(RadarSilampari.Com) – Pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Pagi ini Pemkab Muratara undang seluruh perusahaan perkebunan yang ada didalam wilaya Muratara.

Wakil Bupati (Wabup) Muratara, H Devi Suhartoni menyambut baik akan adanya pemanggilan seluruh perusahaan perkebunan mengingat saat ini kabut asap sudah nampak pekat.

Menurut wabup, Pentingnya koordinasi dan pemusatan tim pemadaman kebakaran.

“Pemda dalam hal ini BPBD, Damkar dan TNI, Polri serta perusahaan stanbay disatu titik yakni di BPBD 24 jam, jadi bila ada kejadian kebakaran bergerak serentak,”Kata Devi Suhartoni, Senin (16/9).

Lebih lanjut ditambahkanya, saat ini perusahaan hanya mementingkan kepentingan perusahaan saja, tidak memperdulikan masyarakat dan daerah kabupaten Muratara.

Hal tersebut, sebagaimana adanya dugaan pembakaran lahan secara sengaja oleh perusahaan perkebunan.

“Banyak perusahaan di Muratara ini tidak care (Peduli,red) dengan Muratara, hanya berbinis, ngambil isi alam, ngambil tanah rakyat, tapi ngurus rakyat dan daerah dak mau,
Jadi kalau benar nantinya terbukti perusahaan membakar lahan secara sengaja, maka perusahaan harus dihukum,”tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Muratara, Syarmidi mengatakan pihaknya sudah menjadwalkan untuk pemanggilan perusahaan pada besok (hari ini,red).

Mengenai jumlah hotspot hingga saat ini terdata ada 150 hotspot baik itu dilahan perusahaan maupun dilahan rakyat.

“Untuk total luas lahan terbakar kita belum ada laporan, tapi yang paling parah di Kecamatan Karang Dapo,”beber dia.

Ketua DPC Generasi Anti Narkoba Nasional (GANN) Kabupaten Muratara, Rudi Hartono usai memberikan sebanyak 1000 masker bersama Dinkes kepada masyarakat yang melintas di Kelurahan Muara Rupit.

Dirinya menyayangkan adanya perusahaan yang diduga sengaja membakar lahan mereka secara sengaja.

Menurutnya, Dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran lahan diwilayah perusahaan hendaknya membuat sumur bor,  bila perlu setiap perusahaan ado mobil Damkar.

“Kalau perusahaan benar-benar peduli, seharusnya setiap perusahaan memiliki sumur bor dikawasan dekat pemukiman guna memadamkan bila terjadi kebakaran, bila perlu sediakan Damkar,” Tutup dia.(ASP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.