STIT Al Mathiriyah Perguruan Tinggi Pertama di Muratara

MURATARA,(RadarSilampari.Com) – Setelah kurang lebih dua tahun aktivitas perkuliahan di Sekolah Tinggia Agama Islam (STAI) Al Mathiriyah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) terhenti. Lantaran belum memiliki izin rekomendasai dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dan Kementrian Agama.

Saat ini usai terbitnya surat izin rekomendasi, Hari ini (24/09/019) STAI yang sekarang berganti Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Mathiriyah Kabupaten Muratara dibuka kembali dan memulai aktivitas perkuliahan.

Bahkan pembukaan ini dihadiri langsun Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat sekaligus menandatangani prasasti berdirinya STIT Al Mathiriyah Kabupaten Muratara yang terletak di Desa Lawang Agung Kecamatan Rupit.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Muratara, HM Syarif Hidayat dalam arahannya menyambut baik berdirinya STIT Al Mathiiyah.

“Untuk mencerdaskan anak-anak Muratara. Saya tidak segan-segan menumpahkan APBD karena kalau buat jalan, tigo tahun la keruan rusak, tapi kalau membangun manusia tidaklah rusak bahkan akan semakin bagus,” Kata Bupati.

Menurutnya, Pemkab Muratara sangat peduli akan dunia pendidikan, guna mencerdaskan anak bangsa sehingga mampu meningkatkan Indek Pembanunan Manusia (IPM) Muratara.

“Salah satu indikator peningkatan IPM yani adanya perguruan tinggi,”Kata bupati.

HM Syarif Hidayat menjelaskan, berdirinya STIT Al Mathiriyah dan yang pertama di Muratara tentunya perlu sentuhan dari pemerintah untuk itulah bupati akan berupaya membantu baik pembangunan dan perlengkapan fasilitas maupun penyediaan beasiswa kuliah di STIT Al Mathiriyah.

Dalam rangka menupport berdirinya STIT Al Mathiriyah dua cara yaitu menbangun fasilitas gedung dan pemberian beasiswa kepada anak-anak untuk kuliah disini.” Jadi tugas Diadik dari siswa-siswi berprestasi di SMA/SMK dan MAN untuk dikuliahkan disini dengan dibiayai oleh APBD Pemkab Muratara,” tegas HM Syarif Hidayat.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Muratara, H Iksan Baijuri menjelaskan berdirinya STIT ini berawal pada berdirknya STAI Kabupaten Muratara tahun 2017.

“Berdirinya STIT awalnya dari STAI dengan dua
Prodi MPI dan Prodi Ekonomi Islam. Setelah berjalan setengah semester ada aturan sebelum keluar rekomendasai dari dari BAN PT dan Kementrian Agama tidak boleh melakukan kegiatan perkuliahan, sehingga distop,” beber dia.

Pada pembukaan pertama STAI ada sebanyak 117 mahasiswa, karena harus mengurus izin yang lumayan lama sehingga banyak yang berhenti dan pindah kuliah.

“Alhamdulillah di STIT ini ada 45 mahasiswa, dan 15 mahasiswanya dari mahasiswa lama yang masih menunggu di STIT Al Mathiriyah,” ucapnya.

Ikhsan Baijuri juga menambahkan, suatu kebanggaan STIT, karena Tahun 2019 ini dari hampir 200 yang mengurus izin perguruan tinggi hanya 49 yang keluar izinnya termasuk kita dan pertama perguruan tinggi di Muratara dengan tiga Prodi, yaknj Prodi MPI, PG Paud, dan PG MI

“Kami yain lulusan STIT ini akan mengisi atau menjadi guru pengajar di Muratara kedepannya,” harap Ikhsan Baijuri.(ASP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.