5 Cara Mengatasi Kecanduan Gadget

Penulis: Mika Aulia & Wayan Dewi (Mahasiswi Program Studi Pendidikan Sejarah STKIP-PGRI Lubuklinggau)

Memasuki era globalisasi seperti saat ini, teknologi sudah menjadi suatu yang tidak terlepas dari kebutuhan sehari-hari sebagian besar manusia. Smartphone adalah gadget yang paling banyak digenggam oleh penduduk bumi saat ini. Ibarat paku dan papan, gadget tidak bisa lepas dari kehidupan manusia saat ini. Mulai dari bangun tidur, hingga tidur lagi. Coba kita lihat di lingkungan sosial di zaman sekarang, apakah kamu termasuk yang kecanduan gadget smartphone ?

Sebenarnya gadget ialah perangkat elektronik yang digunakan untuk kebutuhan ber-internet, gadget dirancang begitu kompleks dan seiring perkembangan zaman gadget semakin canggih. Begitu dengan manusia yang menciptakan gadget mereka semakin canggih untuk menciptakan aplikasi-aplikasi yang membuat konsumennya tergiur untuk membeli. Kita awal mulanya tahu seperti salah satu aplikasi instagram. Awal mulanya instagram ialah sebuah media sosial hanya untuk kebutuhan memposting hanya foto, seperti momen-momen penting atau hanya hasik karya grafis lainnya. Namun, Instagram terus berkembang dengan snapgram, Direct Message, dan aneka hal baru dalam snapgram. Hal ini membuat aplikasi satu ini semakin kompleks. Begitu juga dengan aplikasi lain-lainnya yang ada dalam gadget.

Pada generasi muda zaman sekarang, yang sering disebut generasi milenial. Bukan merupakan suatu hal yang baru dan sudah lumrah apabila sambil jalan kaki menghadap layar gadgetnya, bahkan ada yang sambil berkendaraan menggunakan gadget. Anak remaja mayoritas saat ini, mempunyai gadget seperti smartphone dan computer tablet yang bertipe ios, android, ataupun windows.

Gadget dikalangan remaja sampai hari ini, tidak hanya digunakan sebagai media komunikasi saja. Gadget dikalangan remaja sudah menjadi alat multi fungsi. Salah satunya ialah dengan kamera, dapat dimanfaatkan oleh para pengguna gadget untuk mengabadikan moment-moment pribadinya baik bersama teman-temannya. Selain itu, fasilitas sosial media juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para remaja untuk bersosialisasi ataupun menunjukkan kreati fitas yang mereka punya.

Gadget adalah sebuah alat yang saat ini populer dikalangan siswa. Siswa yang memiliki gadget selalu membawa gadget mereka ke sekolah. Tak jarang mereka menggunakan gadget selama jam sekolah. Tidak hanya dikalangan siswa, namun juga dikalangan mahasiswa hingga kalangan pekerja dewasa. Mereka hampir setiap hari menggunakan gadget untuk kebutuhan masing-masing, berbeda dengan orang yang menggunakan gadget buat main-main. Bahkan ada yang sedang viral. Seorang pemuda bermain game online hingga belasan jam sampai kecanduan. Untuk saat ini korban candu game online tersebut sedang di rawat di Rumah Sakit Jiwa untuk menjalani proses pemulihan dan rahabilitasi.

Jika kita melihat dari fungsi yang positifnya, gadget akan menjadi suatu alat yang sangat baik dan mempermudah pekerjaan manusia. Bagi mereka yang pintar menggunakan gadget akan mengelolanya dengan baik dan menjadwal dengan baik mana yang harus diutamakan dan mana yang harus ditunda terlebih dahulu. Dalam hal lain, jangan sampai gadget yang fungsinya sebagai alat, malah jadi memperalat. Berdasarkan survei oleh UNICEF bersama para mitra termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Universitas Harvard. Dari survei tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 98% anak dan remaja mengaku tahu tentang internet dan 79,5% diantaranya adalah pengguna internet.

Penggunaan media sosial di gadget sudah memiliki dampak yang buruk. Media sosial yang paling sering digunakan oleh para generasi milenial adalah Twitter, WhatsApp, dan Instagram. Banyak sekali remaja yang menggunakan media sosial untuk mencurahkan hati atau sesuatu yang menurutnya harus disebarkan ke media sosial tanpa mempedulikan dampak yang akan timbul. Sehingga zaman sekarang munculnya informasi yang tidak benar ataupun hoax sudah mewabah di masyarakat, hingga sampai ke kalangan terpelajar seperti siswa, mahasiswa, ataupun para akademisi. Tidak jarang berita hoax yang beredar melalui media sosial inilah yang paling menakutkan, karena terlalu muda untuk dibagikan dan tidak ada filterisasi terlebih dahulu. Sehingga sepersekian menit berita hoax sudah ditelan mentah oleh korban hoax. Bahkan akibat berita hoax yang dirancang secara detail, baik visual maupun audio visual bisa menimbulkan keributan, perpecahan atau konflik dalam masyarakat.

Namun kali ini kita membahas dampak candu gadget bagi anak-anak atau remaja yang memang masih sangat produktif untuk memikirkan dan memajukan negeri ini kedepannya. Sangat dikhawatirkan apabila generasi millennial terkuras waktu belajarnya maupun interaksi sosialnya karena kecanduan gadget. Gwenn Schurgin O’Keeffe dan Kathleen Clarke-Pearson dari hasil penelitiannya yang dipublikasikan dalam Kompas.com belum lama ini, bahwa ada beberapa dampak buruk jika anak kecanduan media sosial. Menggunakan media sosial menjadi sangat berisiko jika tidak disadari para orang tua. Berikut beberapa dampak yang dapat ditimbulkan :

  1. Menjadi pemalas dan lupa waktu
    Ketika remaja sudah kecanduan gadget, mereka tidak mengenak waktu seakan dunia milik sendiri sehingga yang seharusnya belajar sekarang menghabiskan waktu hanya untuk bermain gadget, bahkan ada yang menghabiskan waktu sampai belasan jam untuk bermain game online.
  2. Pelecehan atau bully
    Ini adalah resiko online yang paling umum untuk semua anak dan remaja. Meskipun pelecehan secara online sering digunakan bergantian dengan istilah cyberbullying yang sebenarnya merupakan hal yang berbeda. Data saat ini menujukkan bahwa pelecehan online tidak seperti pelecehan offline (dunia nyata). Bullying di media sosial sangat cepat menyebarnya tanpa bisa dikendalikan siapa saja yang menerima kiriman yang bersifat pelecehan tersebut. Beberapa kasus tindakan bullying bahkan menyebabkan korbannya melakukan tindakan nekat dengan mengakhiri hidupnya.
  3. Sexting
    Sexting dapat didefinisikan sebagai ”pengiriman, penerimaan, atau menerukan pesan seksual eksplisit, foto, atau gambar melalui ponsel, komputer, atau perangkat digital lainnya”. Banyak gambar menjadi didistribusikan dengan cepat melalui telepon seluler atau internet. Survei terbaru mengungkan bahwa 20% remaja telah mengirim atau diposting foto atau video porno oleh orang yak tidak dikenal atau iklan terselubung. Jika gadget telah melakukan registrasi layanan aplikasi yang menyediakan konten dewasa, maka secara otomatis dan berkali pihak penyelenggara akan mengirimkan gambar (foto) atau video bahkan artikel dewasa tanpa kita minta.
  4. Menganggu kesehatan
    Penggunaan gadget yang tidak bijak alias berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan psikis dan jasmani. Dengan penggunaan gadget secara berlebihan dapat membuat seseorang mengalami berbagai macam gangguan, seperti gangguan pendengaran, penglihatan, dan dapat membuat seseorang menjadi susah untuk tidur. Gadget juga memicu penyakit serius seperti kanker karena radiasi yang dikeluarkan gadget merupakan penyebab kanker seperti leukimia, kulit, tiroid, payudara, dan kanker perut.

Di era milenial seperti saat ini, pemandangan orang lalu lalang menggunakan gadget bukanlah suatu hal yang aneh lagi. Mulai dari anak sekolah hingga orang lanjut usia pasti sudah memiliki gadget. Banyak hal yang diuntungkan dengan adanya revolusi besar ini dalam kehidupan. Namun tak jarang efek negatif juga seringkali timbul dengan adanya gadget.  Menggunakan gadget bukanlah suatu kesalahan, tapi jika sudah sampai kecanduan dan merugikan banyak pihak, sebaiknya kita mulai mengurangi frekuensi pemakaian.
Apakah kamu salah satu orang yang kecanduan gadget ? Berikut 5 cara yang dapat digunakan untuk mengatasi kecanduan gadget :

  1. Bataskan Penggunaan Wifi
    Penggunaan WiFi di rumah biasanya ditujukan+ agar kita bisa lebih menghemat ketersediaan kuota yang ada pada gadget kita. Coba mulai hentikan langganan WiFi di rumah dan hanya pergunaan kuota internet yang ada pada gadget saja. Cara ini ialah agar mampu membatasi penggunaan gadget agar mengatasi kecanduan gadget, bisa dilakukan agar kita lebih terbatas dalam penggunaan gadget setiap harinya.
  2. Gunakan media sosial yang diperlukan
    Seringkali kita memeriksa media sosial padahal tidak ada notifikasi apapun.. Hanya sekedar unlocked handphone saja atau meng-update kegiatan sehari-hari di seluruh media sosial yang kita punya. Selain menghabiskan banyak waktu, kita jadi terlihat sibuk sendiri dengan aktivitas di dunia maya. Padahal banyak hal menarik yang bisa kita lakukan di dunia nyata. Beberapa kejadian yang terjadi di dunia nyata mungkin tidak perlu selalu dibagikan lewat sebuah unggahan foto atau video di dunia maya, namun cukup kita simpan di dalam memori saja.
  3. Jangan pergunakan power bank
    Membawa power bank setiap saat tentu bermanfaat jika gadget yang kita miliki tiba-tiba kehabisan daya saat dibutuhkan. Namun dengan selalu tersedianya power bank kita jadi tidak perlu khawatir dengan gadget yang sewaktu-waktu bisa mati. Coba berusaha mulai tinggalkan power bank dan atur penggunaan gadget sebaik mungkin agar kita tidak perlu kerepotan kehabisan daya saat benar-benar membutuhkan gadget. Dengan itu secara otomatis akan membuat kita menyentuh gadget hanya pada saat dibutuhkan saja.
  4. Matikan gadget satu jam sebelum tidur
    Apakah teman-teman sudah pernah melakukan cara mengatasi kecanduan gadget yang satu ini? Salah satu hal yang membuat kita susah tidur adalah penggunaan gadget pada malam hari. Adanya rasa ingin memeriksa notifikasi atau hanya sekadar melihat-lihat media sosial dapat membuat jam tidur kita jadi terganggu. 
  5. Bekali diri dengan sebuah buku setiap hari
    Kebanyakan orang menggunakan gadget pada saat sedang menunggu atau antre. Hal ini dilakukan untuk membunuh waktu dalam mengatasi rasa bosan. Ketika bosan menghadap layar gadget, mempunyai hal yang membuat percaya diri , walaupun tidak ada notfikasi atau kesibukan yang mendesak di media sosial atau hanya mungkin baca chat grup yang tida terlalu penting. Mulai ganti alat bantu penghilang rasa bosan dan buatlah percaya diri dengan membaca sebuah buku yang menarik minat kalian untuk membaca. Bekali diri setiap hari dengan sebuah buku hingga sewaktu-waktu kalian harus menunggu, kalian tahu harus mengakali rasa bosan selain dengan memainkan gadget.

Walau memberi begitu banyak keuntungan bagi pemakainya, jika tidak paham dalam menggunakannya gadget itu akan menimbulkan banyak kerugian. Menurut saya solusi yang baik adalah kita harus pandai-pandai dalam memilih aplikasi dan mengatur jam untuk menggunakan gadget. Aplikasi yang bermanfaat pasti akan bermanfaat bagi kita, seperti aplikasi yang kita instal adalah aplikasi yang bermuatan berita-berita, artikel, jurnal, dan lain-lain. Kita perlu membatasi waktu dalam penggunaanya agar tidak menganggu waktu bersama keluarga dan sahabat terutama waktu untuk mengerjakan tugas. Selain itu, kita harus mengakses situs-situs yang memang bermanfaat dan membuat kita semakin cerdas dan cemerlang dalam bersikap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.