Fauzi H. Amro Siap Bawa 50 Persen Aspirasi DPR-RI Ke Muratara

MURATARA,(Radarsilampari.Com) – Dalam rangka reses perseorangan masa sidang ke-II anggota DPR RI, dari Komisi IV, Fauzi H. Amro kunjungi instansi pemerintahan pada Daerah Pemilihan (Dapil), diantaranya Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Sebagaimana dirinya di komisi IV yang membidangi pertanian, perikanan, perkebunan dan kehutanan, peternakan dan ketahanan pangan maka dari itu dirinya melakukan kunjungan ke Dinas Pertanian dan peternakan Perikanan (Dispertanikan) Kabupaten Muratara.

“Mengingat saat ini saya dikomisi IV berkaitan dengan kementerian pertanian, kementrian perikanan dan kementerian kehutanan, untuk itu melakukan kunjungan dalam rangka mendengarkan dan melihat potensi-potensi yang ada di Kabupaten Muratara,” ungkap dia.

Kunjungan juga bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam hal ini data antara dinas dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Karena untuk acuan pengambilan kebijakan berdasarkan data dan informasi yang ada di BPS.

“Seperti jumlah potensi lahan pertanian di Kabupaten Muratara kurang lebih 10 ribu, tapi data yang ada di BPS hanya ada 1600 san, sehingga berakibat pada kebijakan dan perhatian pemerintah pusat terhadap daerah kita, miss komunikasi inilah yang harus dibenahi, agar bagaimana data antara dinas dan BSP sama,”Kata Fauzi H. Amro kemarin.

Lebih lanjut dijelaskannya, berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan masyarakat Kabupaten Muratara paling tinggi untuk wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), tentunya ini tidak bisa dipungkiri dan menjadi perhatian.

Dengan kondisi tersebut, Kepala daerah bersama dinas-dinas menjadi acuan dalam menjalankan program, dalam rangka mengurangi tingkat kemiskinan di Kabupaten Muratara.

“Dalam mewujudkan itu, menjadi tugas bersama, bukan hanya dinas pertanian saja, tapi juga Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum yang harus terlibat langsung, tentunya berdasarkan data yang ada,”Papar dia.

Menyangkut apa yang akan dirinya upayakan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan tersebut, Fauzi H Amro berkomitmen dan siap membawakan 50 persen lebih program bantuan berupa aspirasinya ke Kabupaten Muratara.

“Kita akan mengakomodasi apa yang diharapkan kepada kami, bahkan lebih dari 50 persen aspirasi saya akan disalurkan ke Muratara, pertama saya putra daerah, kedua suara terbanyak saya dari Muratara, jadi sangat wajar kalau saya mengutamakan Muratara, baru tahun ketiga dan selanjutnya disalurkan ke daerah lain, seperti Musi Rawas sebagai suara terbanyak kedua saya,”Ungkap dia.

Berkaca pada tahun sebelumnya, Fauzi Hn Amro juga menyayangkan program irigasi yang merupakan program Pemerintah pusat, tidak sesuai dengan harapan. Dimana awalnya dirinya menyarankan bantuan Rp.20 miliar dapat dirasakan manfaatnya, dengan pemusatan pembangunan irigasi, dua atau tiga saja, Namun faktanya lebih dari 20 sehingga tidak begitu bermanfaat. Ada yang sudah rusak bahkan roboh , jadi sayang.

Sementara itu, Kepala Dispertanikan Kabupaten Muratara, Suhardiman berterimakasih dan mengapresiasi apa yang telah diperjuangkan Fauzi H Amro, baik yang sudah ada maupun yang akan diupayakan kedepan.

Dijelaskannya, Saat ini untuk bantuan Alsintan yang diberikan kepada para petani melalui kelompok tani sangat dirasakan betul manfaatnya, bahkan bantuan alat berat sebanyak tiga unit yang ditempatkan di Kecamatan
Rawas Ulu, Kecamatan Rupit dan Kecamatan Karang Dapo.

“Manfaatnya sangat besar dan sudah berjalan dengan baik, guna mensupport program Serasi dalam pembuatan saluran irigasi. Namun saat ini sifatnya masih pinjam pakai, harapannya Bapak Fauzi dapat mendorong untuk diserahkan secara penuh kedaerah pengelolaannya,” papar dia.

Muratara masih banyak membutuhkan Alsintan, seperti hand tracktor baik roda dua maupun roda empat.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya pak Fauzi dapat membantu dalam hal sarana dan peralatan untuk peningkatan hasil pertanian, perikanan dan Perkebunan di daerah kita, “harap Suhardiman. (ASP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.