AWPI Lampung Tengah Serbu Pemkab Lampung Tengah

Gunung Sugih, (radarsilampari.com)- Ratusan massa dari Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Lampung Tengah, menggelar aksi di depan halaman kantor Bupati Lampung Tengah, tepat di Jalan Lintas Sumatra, Gunung Sugih, pada Senin, 09 Maret 2020.

Kedatangan massa meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, untuk bersikap transparan terkait pembangunan dan mencarikan solusi terkait permasalahan yang dirasakan masyarakat.

Menurut pantauan wartawan, massa menyinggung terkait kinerja Pemkab Lampung Tengah yang tidak bertanggung jawab terhadap amanah rakyat, seperti penanganan masalah DBD yang tidak ada solusi sehingga korban semakin meningkat.

“Gimana masalah Corono bisa ditangani, DBD saja tak tidak ada solusi. Harusnya Dinas Kesehatan menangani dengan cara pencegahan yang nyata, bukan hanya sekedar sosialisasi saja. Penting itu, penangannya yang jelas”, ujar Andriansyah (Ketua Awpi Lampung Tengah).

Ketua AWPI Lampung Tengah juga menyinggung beberapa proyek pembangunan di Lampung Tengah, dimana proses pengerjaan yang tidak sesuai dengan takaran.

“Setelah kami pantau mengenai garapan proyek yang kami ketahui, terdapat kejaggalan mulai dari jumlah takaran tebal beton yang hanya 12 CM sedangkan yang tertulis tertera 15 CM,” ujarnya kepada wartawan.

Korlap aksi , Andriansyah menjelaskan permasalahan mengenai pembangunan di Lampung Tengah banyak ditemukan kejanggalan mulai dari bukti fisik bangunan yang hanya asal jadi, selain itu masyarakat yang terkena DBD pun semakin meningkat.

“Harusnya Dinas Kesehatan Lampung Tengah mampu mengatasinya, masa DBD belum maksimal sudah bahas Corona”. tambahnya.

Setelah demo di depan Kantor Bupati Lampung Tengah, massa melanjutkan aksinya di depan Kantor DPRD. Ratusan massa, akhirnya dipersilahkan memasuki halaman kantor sembari menyampaikan aspirasi masyarakat.

Kedatangan massa di sambut oleh Ketua Dewan, Sekretaris Dewan, dan Anggota DPRD Lampung Tengah. Setelah menggelar aksi, Ketua DPRD pun meminta beberapa perwakilan aksi untuk berdialog langusng di ruang DPRD bersama para anggota Dewan.

Usai dialog, perwakilan aksi menyerahkan bukti temuan terhadap pembangunan di Lampung Tengah yang terkesan asal jadi yang diterima langsung oleh Ketua DPRD dan para anggota. Setelah dialog selesai dan menyampaikan aspirasi di ruangan, massa pun membubarkan diri Korlap Aksi Andriansyah mengatakan 7X24 jam akan datang kembali berorasi didepan Kantor Bupati Lampung Tengah. (Ferry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.