Ini Kejadian : Oknum KPU Muratara Keluarkan Perkataan Kurang Sopan Terhadap Wakil Bupati

MURATARA,(Radarsilampari)- Diduga pada saat pengembalian mobil dinas pada hari Senin (10/05/2020) oleh empat  orang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muratara kepada Pemkab Muratara,terjadi insiden yang tidak baik sehingga menimbulkan amarah beberapa warga.

Kemarahan warga itu karena perkataan oknum anggota KPU Murata HO kurang sopan (payahla Kalu wong lah jadi Rajo sekendak Dio nian) , terhadap Wakil Bupati (Wabup) Muratara, H. Inayatullah.

Hal ini disampaikan warga Kecamatan Rupit, Tomas. “Soal keributan tadi memang  benar ada,karena masalah perkataan tidak sopan kepada bapak Wabup , kita sebagai masyarakat Muratara merasa  tidak enak mendengarkan seperti itu ,bahwasanya tidak  menandakan etika baik dan tidk sopan dalam menghargai kepala daerah,” jelas Tomas kepada media ini, Rabu (13/05/2020).

Lanjut dia mengatakan, untuk pengeroyokan yang ada dikatakan, Ho selaku anggota KPU Muratara itu sangat tidak benar, itu salah pemahaman saja , dan menyangkut 30 orang mengeroyok itu sangat tidak,  Karena kami tau berapa warga datang kekantor Bupati, bukan datang membuat keributan ,kami kesana inggin melihat pelantikan Kepala Dinas (Kadis) Baru Ketahanan Pangan pak Asim masih keluarga kita.

“Kita berharap dengan adanya kesalah paham ini pihak terkait, baik media dan warga Kabupaten Muratara jangan memberikan Opini yang tidak sesuai fakta , sebagai masyarakat marilah bersama- sama menciptakan suasana aman agar Muratara damai,” ungkap dia.

Terpisah, Komisioner KPU Muratara Handoko, mengatakan saat di konfirmasi wartawan ia menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya dan biar tidak salah paham
memang ini menyangkut tentang surat yang beberapa kali masuk ke kantor KPU Muratara terkait masalah penarikan mobil Dinas anggota KPU Muratara.

“Memang beberapa kali anggota aset Negara Kabupaten Muratara Seperti kakanda Aipi ,kodri,dan Beri memberikan surat untuk menyerahkan mobil ke Pemkab Muratara yang dipakai oleh anggota KPU Muratara,” ungkap Handoko.

Dilanjutkan dia, pada akhirnya kita sebagai angota komisioner KPU berserta anggota, berinsiatif mengadakan rapat Pleno terbuka membahas penarikan dua mobil, kita mengadakan rapat ini biar tau mobil siap yang akan diserahkan ke bagian aset Pemkab Muratara,  biar tidak ada rasa ketersingungan,” jelas Handoko.

Lanjut Ia, pada hari Senin (10/5) inipun keputusan untuk mengembalikan mobil yang ada di kantor KPU ,dengan kesepakatan anggota lainya pada Senin 10-Mei-2021 seluruh mobil dinas yang ada di kantor KPU di letakan di Depan Kantor Pemkab Muratara. Dan inisiatif saya juga masalah penyerahan mobil dinas di berikan kepada Wakil Bupati Muratara H. Inayatullah ,saya beserta anggota KPU Ardiansyah, dan ibu Nety maupun anngota laninya mendatangkan kantor Pemkab Muratara secara bersama-sama.

Namun, saya pada saat memasuki kantor Pemkab Muratara memang terlihat ada beberapa warga yang ada di teras Pemkab sekitar 5- sampai 10 orang alasanya ada undangan inggin melihat pelantikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Muratara yang Baru pak Asim.

Sementara itu, Aipi Gustori selaku bagian aset Pemkab Muratara mengatakan memang salah salah prosedur manyangkut penyerahan Mobil Dinas yang dilakukan pihak Komisioner KPU Muratara dengan memberikan langsung kepada Wabup H. Inayatullah, beliaukan kepala daerah bukan bagian aset Pemkab Muratara inikan salah betul.

“Kita kan pernah menyarankan kepada pihak KPU apabila inggin mengembalikan Mobil Dinas yang ada di kantor KPU harus serahkan kepada pihak bagian aset saja ,jangan langsung memberikan ke Bupati dan Wakil Bupati, karena di negara kita ada prosedur ,tugas aset sudah ada yang menangani,” jelas Aipi.

Terpisah, toko pemuda Rawas Ilir, Subadri menanggapi apa yang menjadi statemen dari ketua DPRD Muratara saudara Efriansyah, yang mengatakan tentang insiden  oknum komisioner kpu handoko adalah negara jangan pernah takut sama preman. Itu lelucon terlucu tidak pantas keluar dari mulut seorang tokoh politik, itu adalah provokatif dan tidak mendidik.
“Yang preman itu siapa, negara itu siapa,” tanya Subadri dengan nada yang Aneh.

Selanjutnya, Pasalnya si oknum anggota kpu itu mesti ditindak, karena sudah mengeluarkan perkataan menghina wakil kepala daerah (Wabup) dan tak sopan serta sangat tidak beretika. Oknum kpu itu yg berlagak preman. Harus ditangkap dan proses karena sudah melecehkan dan melontarkan, merendahkan dengan  kata-kata yang tak patut dan tak sopan kepada kepala daerah. “Kepala daerah itu adalah icon suatu daerah, bukan Wabup saja yg tersinggung malah semua warga daerah Muratara mengecam akan hal itu,” ujar Subadri kepada media ini.

Dijelaskan, Sundari,
Disini saudara efri menyampaikan hanya melihat sepotong-potang dihilirnya saja. Tanpa melihat hulunya secara benar dan sesuai dengan pakta. (Hamkam)

“Maka harapan kami dari perwakilan masyarakat yang cinta Kabupaten Muratara, mari kita buat suasana damai kepada semua pihak jangan mengeluarkan pernyataan yang hanya memperkeruh suasana saja,” tutup Subadri. (Hamkam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.