Bupati Empat Lawang Buka Pelatihan Satpol-PP Desa

Empat Lawang, (RadarSilampari) – Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, secara resmi membuka pelatihan pembinaan mental dan fisik anggota Sat Pol-PP Desa.

Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 10 jarak, dan diikuti sebanyak 335 anggota Sat Pol-PP Desa Se-Kabupaten Empat Lawang

Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad pada kesempatan tersebut mengatakan, pelatihan ini penting bagi Pol-PP Desa, agar para anggota ini paham kalau tugas yang diberikan kepada mereka adalah panggilan Negara.

“Mudah-mudahan dengan pemberian materi seperti baris-berbaris, loyalitas terhadap pimpinan, kebersamaan sesama anggota Sat Pol-PP Desa. Kemudian pengetahuan bahwa mereka ditugaskan untuk menciptakan keamanan dengan pendekatan yang humanis bukan kekerasan,” jelas Bupati.

“Bagi saya 2 hari ini waktunya sangat pendek, tapi kita tahu kondisi mereka, Pol-PP Desa ini kan macam-macam ada yang masih muda, ada yang sudah tua. Nah kita sesuaikan itu,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, selalu mengevaluasi seluruh anggota Sat-Pol PP Desa per 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan sampai 1 tahun. Sudah ada beberapa anggota Pol-PP Desa yang diberhentikan, karena tidak sesuai dengan apa yang inginkan.

“Karena Pol-PP Desa itu mengemban tugas masyarakat Empat Lawang. Alhamdulillah progresnya 78 persen sudah tercapai, kita harap dengan Sat Pol-PP Desa ini tidak hanya sesaat tapi terus ada kedepan untuk Empat Lawang Madani,” jelasnya.

Sementar Kasat Pol-PP Empat Lawang H Muhammad Taufik mengatakan, pelatihan ini dilaksanakan selama 10 hari yang dibagi menjadi 5 gelombang.

“Setiap gelombang berjumlah 70 hingga 80 orang, dengan melibatkan TNI-Polri. Masing-masing gelombang mengikuti pelatihan selama 2 hari, 1 hari fisik, 1 hari kegitan kelas yang diisi oleh para Kasat dari Polres Empat Lawang,” ungkap Taufik kepada wartawan, Selasa (2/11/2021).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta respek anggota Sat Pol-PP Desa terhadap keamanan di Masyarakat.

“Untuk perekrutan Pol-PP Desa syaratnya tidak mesti berpendidikan tinggi, yang penting dia disegani dan mengenal wilayahnya masing-masing,” ujarnya. (Pranata)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.